Selasa, 22 Oktober 2013

Bencana Tanah Longsor


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Rumusan Masalah
1.      Apa itu bencana tanah longsor?
2.      Apa penyebab terjadinya tanah longsor?
3.      Bagaimana cara menanggulangi tanah longsor?
4.      Bagaimana hal yang perlu dilakukan saat terjadinya tanah longsor?
5.      Bagaimana hal yang perlu dilakukan setelah terjadinya tanah longsor?

B.     Tujuan
1.      Mengetahui apa itu bencana tanah longsor
2.      Mengetahui penyebab terjadinya tanah longsor
3.      Mengetahui cara menanggulangi tanah longsor
4.      Mengetahui hal yang perlu dilakukan saat terjadinya tanah longsor
5.      Mengetahui hal yang perlu dilakukan setelah terjadinya tanah longsor


BAB II
PEMBAHASAN

A.           Pengertian Tanah Longsor
Tanah longsor atau dalam bahasa Inggris disebut Landslide, adalah perpindahan material pembentuk lereng berupa batuan, bahan rombakan, tanah, atau material campuran tersebut, bergerak ke bawah atau keluar lereng. Proses terjadinya tanah longsor dapat diterangkan sebagai berikut: air yang meresap ke dalam tanah akan menambah bobot tanah. Jika air tersebut menembus sampai tanah kedap air yang berperan sebagai bidang gelincir, maka tanah menjadi licin dan tanah pelapukan di atasnya akan bergerak mengikuti lereng dan keluar lereng.

B.            Penyebab terjadinya tanah longsor
            Pada prinsipnya tanah longsor terjadi bila gaya pendorong pada lereng lebih besar dari gaya penahan. Gaya penahan umumnya dipengaruhi oleh kekuatan batuan dan kepadatan tanah. Sedangkan gaya pendorong dipengaruhi oleh besarnya sudut kemiringan lereng, air, beban serta berat jenis tanah batuan.
            Faktor penyebab terjadinya gerakan pada lereng juga tergantung pada kondisi batuan dan tanah penyusun lereng, struktur geologi, curah hujan, vegetasi penutup dan penggunaan lahan pada lereng tersebut, namun secara garis besar dapat dibedakan sebagai factor alami dan manusia:
FAKTOR ALAM
Kondisi alam yang menjadi faktor utama terjadinya longsor antara lain:
a)      Kondisi geologi: batuan lapuk, kemiriringan lapisan, sisipan lapisan
    batu lempung, struktur sesar dan kekar, gempa bumi, stratigrafi dan
    gunung_api.
b)      Iklim: curah hujan yang tinggi.
c)      Keadaan topografi: lereng yang curam.
d)     Keadaan tata air: kondisi drainase yang tersumbat, akumulasi massa air,
    erosi dalam, pelarutan dan tekanan hidrostatika.
e)                  Tutupan lahan yang mengurangi tahan geser, misal tanah kritis.

FAKTOR MANUSIA
Ulah manusia yang tidak bersabat dengan alam antara lain:
a.       Pemotongan tebing pada penambangan batu dilereng yang terjal.
b.      Penimbunan tanah urugan di daerah lereng.
c.       Kegagalan struktur dinding penahan tanah.
d.      Penggundulan hutan.
e.       Budidaya kolam ikan diatas lereng.
f.       Sistem pertanian yang tidak memperhatikan irigasi yang aman.
g.      Pengembangan wilayah yang tidak diimbangi dengan kesadaran
   masyarakat, sehingga RUTR tidak ditaati yang akhirnya merugikan
   sendiri.
h.      Sistem drainase daerah lereng yang tidak baik.

C.     Cara menanggulangi tanah longsor
Ø    Jangan mencetak sawah dan membuat kolam pada lereng bagian atas di
dekat pemukiman
Ø    Buatlah terasering (sengkedan) pada lereng yang terjal bila membangun
permukiman
Ø    Segera menutup retakan tanah dan dipadatkan agar air tidak masuk ke
dalam tanah melalui retakan
Ø    Jangan memotong tebing jalan menjadi tegak
Ø    Jangan mendirikan rumah di tepi sungai yang rawan erosi
Ø    Jangan menebang pohon di lereng (gb. kiri)
Ø    Jangan membangun rumah di bawah tebing

D.    Hal yang dilakukan saat terjadinya tanah longsor
a)      Apabila Anda di dalam rumah dan terdengar suara gemuruh, segera ke luar cari tempat lapang dan tanpa penghalang
b)      Apabila Anda di luar, cari tempat yang lapang dan perhatikan sisi tebih atau tanah yang mengalami longsor.

E.                 Hal yang dilakukan setelah terjadinya tanah longsor
a)      Jangan segera kembali ke rumah Anda, perhatikan apakah longsor susulan masih akan terjadi.
b)      Apabila Anda diminta untuk membantu proses evakuasi, gunakan sepatu khusus dan peralatan yang menjamin keselamatan Anda. 
c)      Perhatikan kondisi tanah sebagai pijakan yang kokoh bagi langkah Anda.
d)     Apabila harus menghadapi reruntuhan bangunan untuk menyelamatkan korban, pastikan tidak menimbulkan dampak yang lebih buruk atau menunggu pihak berwenang untuk melakukan evakuasi korban.


BAB III
PENUTUP

A.   Kesimpulan
Tanah longsor adalah perpindahan material pembentuk lereng berupa batuan, bahan rombakan, tanah, atau material campuran tersebut, bergerak ke bawah atau keluar lereng.
            Faktor penyebab terjadinya gerakan pada lereng ( tanah longsor) juga tergantung pada kondisi batuan dan tanah penyusun lereng, struktur geologi, curah hujan, vegetasi penutup dan penggunaan lahan pada lereng tersebut, namun secara garis besar dapat dibedakan sebagai factor alami dan manusia.
Terjadinya bencana alam tanah longsor ini dapat diminimalkan dengan memberdayakan masyarakat untuk mengenali tipologi lereng yang rawan longsor, gejala awal longsor, serta upaya antisipasi dini yang harus dilakukan, sehingga pengembangan dan penyempurnaan manajemen mitigasi gerakan tanah baik dalam skala nasional, regional maupun lokal secara berkelanjutan dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dan menggalang kebersamaan segenap lapisan masyarakat.

B.   Saran
Ada beberapa tindakan perlindungan dan perbaikan yang bisa ditambah untuk tempat-tempat hunian, antara lain:
a)      Perbaikan drainase tanah (menambah materi-materi yang bisa menyerap)
b)      Modifikasi lereng (pengurangan sudut lereng sebelum pembangunan)
c)      Vegetasi kembali lereng-lereng.
d)     beton yang menahan tembok mungkin bisa menstabilkan lokasi hunian.

DAFTAR PUSTAKA


Tidak ada komentar:

Posting Komentar