BAB I
PENDAHULUAN
A. Rumusan
Masalah
1. Apa
itu bencana tanah longsor?
2. Apa
penyebab terjadinya tanah longsor?
3. Bagaimana
cara menanggulangi tanah longsor?
4. Bagaimana
hal yang perlu dilakukan saat terjadinya tanah longsor?
5. Bagaimana
hal yang perlu dilakukan setelah terjadinya tanah longsor?
B. Tujuan
1. Mengetahui
apa itu bencana tanah longsor
2. Mengetahui
penyebab terjadinya tanah longsor
3. Mengetahui
cara menanggulangi tanah longsor
4. Mengetahui
hal yang perlu dilakukan saat terjadinya tanah longsor
5. Mengetahui
hal yang perlu dilakukan setelah terjadinya tanah longsor
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Tanah Longsor
Tanah longsor
atau dalam bahasa Inggris disebut Landslide, adalah perpindahan material
pembentuk lereng berupa batuan, bahan rombakan, tanah, atau material campuran
tersebut, bergerak ke bawah atau keluar lereng. Proses terjadinya tanah longsor
dapat diterangkan sebagai berikut: air yang meresap ke dalam tanah akan
menambah bobot tanah. Jika air tersebut menembus sampai tanah kedap air yang
berperan sebagai bidang gelincir, maka tanah menjadi licin dan tanah pelapukan
di atasnya akan bergerak mengikuti lereng dan keluar lereng.
B.
Penyebab terjadinya tanah longsor
Pada prinsipnya tanah longsor
terjadi bila gaya pendorong pada lereng lebih besar dari gaya penahan. Gaya
penahan umumnya dipengaruhi oleh kekuatan batuan dan kepadatan tanah. Sedangkan
gaya pendorong dipengaruhi oleh besarnya sudut kemiringan lereng, air, beban serta
berat jenis tanah batuan.
Faktor penyebab terjadinya gerakan pada lereng juga tergantung pada kondisi batuan dan tanah penyusun lereng, struktur geologi, curah hujan, vegetasi penutup dan penggunaan lahan pada lereng tersebut, namun secara garis besar dapat dibedakan sebagai factor alami dan manusia:
Faktor penyebab terjadinya gerakan pada lereng juga tergantung pada kondisi batuan dan tanah penyusun lereng, struktur geologi, curah hujan, vegetasi penutup dan penggunaan lahan pada lereng tersebut, namun secara garis besar dapat dibedakan sebagai factor alami dan manusia:
FAKTOR ALAM
Kondisi alam yang menjadi faktor utama terjadinya longsor
antara lain:
a) Kondisi geologi: batuan lapuk,
kemiriringan lapisan, sisipan lapisan
batu lempung, struktur sesar dan kekar, gempa bumi, stratigrafi dan
gunung_api.
batu lempung, struktur sesar dan kekar, gempa bumi, stratigrafi dan
gunung_api.
b) Iklim: curah hujan yang tinggi.
c) Keadaan topografi: lereng yang
curam.
d) Keadaan tata air: kondisi drainase
yang tersumbat, akumulasi massa air,
erosi dalam, pelarutan dan tekanan hidrostatika.
erosi dalam, pelarutan dan tekanan hidrostatika.
e)
Tutupan
lahan yang mengurangi tahan geser, misal tanah kritis.
FAKTOR MANUSIA
FAKTOR MANUSIA
Ulah manusia yang tidak bersabat dengan alam antara lain:
a. Pemotongan tebing pada penambangan
batu dilereng yang terjal.
b. Penimbunan tanah urugan di daerah
lereng.
c. Kegagalan struktur dinding penahan
tanah.
d. Penggundulan hutan.
e. Budidaya kolam ikan diatas lereng.
f. Sistem pertanian yang tidak memperhatikan
irigasi yang aman.
g. Pengembangan wilayah yang tidak
diimbangi dengan kesadaran
masyarakat, sehingga RUTR tidak ditaati yang akhirnya merugikan
sendiri.
masyarakat, sehingga RUTR tidak ditaati yang akhirnya merugikan
sendiri.
h. Sistem drainase daerah lereng yang
tidak baik.
C. Cara
menanggulangi tanah longsor
Ø Jangan mencetak sawah dan membuat
kolam pada lereng bagian atas di
dekat pemukiman
dekat pemukiman
Ø Buatlah terasering (sengkedan) pada
lereng yang terjal bila membangun
permukiman
permukiman
Ø Segera menutup retakan tanah dan
dipadatkan agar air tidak masuk ke
dalam tanah melalui retakan
dalam tanah melalui retakan
Ø Jangan memotong tebing jalan menjadi
tegak
Ø Jangan mendirikan rumah di tepi
sungai yang rawan erosi
Ø Jangan menebang pohon di lereng (gb.
kiri)
Ø Jangan membangun rumah di bawah
tebing
D. Hal yang dilakukan saat terjadinya
tanah longsor
a)
Apabila
Anda di dalam rumah dan terdengar suara gemuruh, segera ke luar cari tempat
lapang dan tanpa penghalang
b)
Apabila
Anda di luar, cari tempat yang lapang dan perhatikan sisi tebih atau tanah yang
mengalami longsor.
E.
Hal
yang dilakukan setelah terjadinya tanah longsor
a) Jangan segera kembali ke rumah Anda,
perhatikan apakah longsor susulan masih akan terjadi.
b) Apabila Anda diminta untuk membantu proses
evakuasi, gunakan sepatu khusus dan peralatan yang menjamin keselamatan
Anda.
c) Perhatikan kondisi tanah sebagai pijakan yang
kokoh bagi langkah Anda.
d) Apabila harus menghadapi reruntuhan bangunan
untuk menyelamatkan korban, pastikan tidak menimbulkan dampak yang lebih buruk
atau menunggu pihak berwenang untuk melakukan evakuasi korban.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Tanah
longsor adalah perpindahan material pembentuk lereng berupa batuan, bahan
rombakan, tanah, atau material campuran tersebut, bergerak ke bawah atau keluar
lereng.
Faktor
penyebab terjadinya gerakan pada lereng ( tanah longsor) juga tergantung pada
kondisi batuan dan tanah penyusun lereng, struktur geologi, curah hujan,
vegetasi penutup dan penggunaan lahan pada lereng tersebut, namun secara garis
besar dapat dibedakan sebagai factor alami dan manusia.
Terjadinya
bencana alam tanah longsor ini dapat diminimalkan dengan memberdayakan
masyarakat untuk mengenali tipologi lereng yang rawan longsor, gejala awal
longsor, serta upaya antisipasi dini yang harus dilakukan, sehingga
pengembangan dan penyempurnaan manajemen mitigasi gerakan tanah baik dalam
skala nasional, regional maupun lokal secara berkelanjutan dengan memanfaatkan
perkembangan teknologi informasi dan menggalang kebersamaan segenap lapisan
masyarakat.
B. Saran
Ada beberapa tindakan perlindungan
dan perbaikan yang bisa ditambah untuk tempat-tempat hunian, antara lain:
a) Perbaikan
drainase tanah (menambah materi-materi yang bisa menyerap)
b) Modifikasi
lereng (pengurangan sudut lereng sebelum pembangunan)
c) Vegetasi
kembali lereng-lereng.
d) beton
yang menahan tembok mungkin bisa menstabilkan lokasi hunian.
DAFTAR
PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar